Dengan 4 Sistemasi Bisnis, Owner Jalan-Jalan, Tapi Bisnis Tetep Jalan? 

sistemasi bisnis

Sebagian orang mulai menjalankan bisnis dengan tujuan memiliki kebebasan finansial dan kebebasan waktu. Dengan kebebasan tersebut, anda akan lebih leluasa untuk menghabiskan waktu dengan keluarga maupun kerabat terdekat. Benar-benar mimpi yang indah bukan kalau jadi nyata?

Atau anda ingin bisnis yang bisa jalan sendiri, walaupun anda sedang jalan-jalan? Itu adalah idaman dari setiap pelaku bisnis. Untuk meraih impian tersebut, dibutuhkan sistemasi bisnis yang diterapkan dalam bisnis anda. Apa saja sistemasi bisnis tersebut? Simak ulasan berikut ini.

Sistemasi Bisnis Agar Kamu Bisa Bebas

sistemasi bisnis

1. Marketing

Sistemasi bisnis pertama yang harus anda perhatikan adalah marketing. Penting untuk mengelola terlebih dahulu strategi marketing anda. Melalui strategi marketing yang tepat, anda bisa mendatangkan uang sehingga bisa dibuat sistemnya. Strategi marketing ini harus dijalankan sedari awal, ditambah juga dengan promosi yang dilakukan berkala.

Faktor pertama dalam strategi marketing adalah menentukan lokasi yang tepat untuk bisnis anda. Mengapa lokasi yang tepat sangatlah penting? Analoginya adalah bisnis anda seperti kolam. Untuk memancing ikan yang sesuai, anda harus berada di kolam yang tepat. Kalau ingin mancing ikan mas, mancinglah di kolam ikan mas.

Sama halnya dengan bisnis anda. Bila lokasinya salah, maka akan sulit untuk mendatangkan trafik. Bahkan bisa dibilang, dibutuhkan biaya yang cukup tinggi untuk mendatangkan trafik akibat sulitnya mendatangkan trafik secara organik.

Namun perlu diperhatikan walaupun lokasi yang ditentukan sudah tepat dan sesuai, keberhasilan strategi promosi di satu tempat belum tentu sama dengan di tempat yang lainnya. Semua tergantung bagaimana kondisi tempat tersebut, apakah awareness merek dan produk anda tinggi di tempat tersebut.

Oleh sebab itu, strategi marketing ini sangat perlu untuk dipikirkan matang-matang sejak dari awal. Melalui sistemasi bisnis marketing yang baik, bisnis anda akan memiliki kemampuan untuk berkembang lebih besar dan cepat.

2. Keuangan

Laporan keuangan bisa menggambarkan kondisi bisnis anda. Apakah bisnis anda performanya baik, prima, dan optimal? Atau bisnis anda sedang terseok-seok, sulit untuk berkembang, dan hanya mencoba bertahan dari kehancuran saja? Lewat laporan keuangan, anda bisa menilai hal tersebut.

Sistemasi bisnis keuangan haruslah teratur dengan baik. Semuanya harus diadministrasi secara rapi. Laporan laba/rugi, laporan neraca, dan laporan arus kas, semuanya harus terukur dan bisa dipertanggungjawabkan.

Bila memang memungkinkan, kumpulkan data-data keuangan tersebut secara digital. Ini dilakukan agar semuanya menjadi lebih rapi dan tidak membutuhkan banyak kertas maupun ruang untuk arsip dokumen-dokumen keuangan tersebut. Selain itu, dengan data-data digital anda akan lebih mudah untuk mengolah data itu menjadi sesuai yang anda butuhkan.

Jangan sampai laporan keuangan ini tidak tercatat dengan rapi. Anda akan mengalami kesulitan untuk berkembang, sehingga lama-kelamaan bisnis anda akan stagnan.

3. Operasional

sistemasi bisnis

Dari segi operasional, banyak hal yang harus dipersiapkan. Seperti job description yang jelas, adanya SOP (Standard Operation Procedure), dan KPI (Key Performance Indicator). Khususnya untuk SOP, buatlah workflow yang jelas terlebih dahulu. Workflow ini berfungsi sebagai pedoman alur operasional yang harus diikuti. Seluruh kegiatan operasional harus mengikuti workflownya masing-masing agar proses operasional bisa berjalan dengan baik dan optimal. Anda bisa membuat SOP untuk setiap proses bisnis yang terjadi dalam bisnis anda, seperti SOP bayar supplier, pengadaan barang, tindakan penanganan komplain, dan proses-proses lainnya.

Setelah SOP sudah anda buat, lakukan perbaikan dan penyempurnaan secara rutin. Hal ini dibutuhkan agar setiap anda menemukan kelemahan dari SOP yang sudah anda buat, anda bisa langsung memperbaiki kesalahannya. Konsep ini disebut Kaizen (continues improvement).

Untuk KPI, buatlah KPI sebagai tolak ukur proses operasional anda. Apakah proses operasional yang anda lakukan sudah sesuai target atau belum. Bila sudah sesuai target atau melebihi target, maka anda mulai bisa meningkatkan target tersebut secara berkala agar bisnis anda terus berkembang. Namun bila belum sesuai dengan target, anda bisa melakukan evaluasi untuk menemukan dimana titik masalah yang menyebabkan target tidak tercapai. Fokus pada solusi dari masalah tersebut, jangan fokus pada masalahnya.

Inti dari sistemasi bisnis segi operasional adalah membuat alur atau workflow yang jelas agar seluruh prosesnya bisa berjalan dengan baik.

4. Sumber Daya Manusia

Selanjutnya yang perlu anda sistemasi adalah SDM dalam bisnis anda. Rekrut karyawan sesuai dengan posisi yang dibutuhkan. Dengan begitu, anda bisa menempatkan orang yang tepat di posisi yang tepat. Proses kerja dan hasil akan lebih maksimal karena pekerjaan dilakukan dengan optimal dan efektif.

Namun itu saja tidak cukup. Itu baru 50% dari proses sistemasi bisnis dari segi SDM. Tentukan job description yang jelas untuk setiap divisi. Dengan job description yang jelas, karyawan bisa fokus ke pekerjaan sesuai job description mereka. Maka kerja mereka akan lebih optimal. Bila mereka tidak mempunyai job description yang jelas, mereka akan bingung harus mengerjakan apa. Apa yang mungkin seharusnya tidak mereka kerjakan, malah mereka kerjakan. Sedangkan yang seharusnya mereka kerjakan, tidak dikerjakan.

Selanjutnya, berikan jenjang karir yang jelas agar karyawan semakin termotivasi dalam bekerja. Jika tidak ada jenjang karir yang jelas, jangan harap mereka akan termotivasi. Bisa-bisa mereka akan kerja malas-malasan sehingga hasil ke bisnis anda tidak maksimal.

Proses lainnya yang harus anda lakukan adalah pelatihan. Lakukan pelatihan agar kemampuan karyawan terus berkembang, sehingga performa yang mereka berikan akan semakin baik. Hasilnya, bisnis anda akan semakin baik juga.

Berbicara mengenai pelatihan, Domo Academy akan mengadakan pelatihan berbentuk workshop dengan judul “Business Autopilot Systemation”. Dalam workshop ini, akan dibahas bagaimana cara membuat bisnis anda menjadi autopilot. Dengan begitu, bisnis tetap jalan walaupun anda sedang jalan-jalan. Workshop akan dibawakan oleh Ko Lung-Lung dan Coach Angky Andang selaku Founder dan Co-Founder dari Dokter Mobil.

Lewat workshop ini, mereka akan mengajarkan kepada anda cara-cara yang mereka gunakan untuk membangun Dokter Mobil hingga sekarang ini. Seluruh rahasia yang selama ini mereka simpan, akan secara terbuka diajarkan kepada anda. Oleh sebab itu, jangan sampai anda melewatkan kesempatan yang sangat berharga ini untuk belajar bagaimana membuat bisnis anda menjadi autopilot dari praktisi dan mentor bisnis yang sudah terbukti menciptakan bisnis yang unggul dan sukses.

Baca Juga: 5 Fase Dalam Membangun Bisnis Autopilot 

Itulah 4 sistemasi bisnis yang perlu anda lakukan agar anda bisa mencapai impian kebebasan finansial dan kebebasan waktu. Pemilik bisnis sedang asik jalan-jalan, tapi bisnis tetap jalan.

Semoga artikel ini bermanfaat untuk anda yang masih mencari cara sistemasi bisnis anda. Jangan lupa untuk membagikan tulisan ini kepada rekan-rekan anda bila dirasa memberikan manfaat yang lebih untuk anda.

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 5 / 5. Vote count: 5597

No votes so far! Be the first to rate this post.

facebook
Twitter
Follow
Domo Academy

Related Posts

scroll to top